Mengurai ‘Valley of Despair’ Tim Olimpiade Fisika, Rafifah Darajathul Aliyah Sabet Juara Esai Tingkat Nasional

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh siswa MAN 1 Bandar Lampung, dalam ajang Kompetisi Essay Tingkat Nasional “Semesta Fisika VI” yang diselenggarakan oleh Pendidikan Fisika UIN Raden Intan Lampung. Ajang bergengsi ini diawali dengan tahap seleksi karya hingga presentasi final yang berlangsung tanggal 18 April 2026 hingga 5 Mei 2026.

Dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi dari berbagai SMA/MA seluruh Indonesia, panitia akhirnya menetapkan lima karya terbaik untuk melaju ke babak final. Salah satu di antaranya adalah karya milik Rafifah Darajathul Aliyah, siswa Kelas XI F1.3 MAN 1 Bandar Lampung, dengan judul “Haruskah Tersesat untuk Menjadi Hebat? Mengurai Paradoks Kompetensi Tim Olimpiade Fisika MAN 1 Bandar Lampung” .

Karya tersebut mengangkat fenomena menarik terkait tim olimpiade fisika MAN 1 Bandar Lampung, khususnya terkait dinamika siswa dalam menghadapi tekanan mental dan tekanan akademik. Rafifah mengulas bagaimana fase keterpurukan atau valley of despair justru menjadi bagian penting dalam pembentukan kompetensi akademik dan ketahanan mental siswa dalam bidang fisika.

Pada babak final, Rafifah tampil percaya diri mempresentasikan gagasannya di hadapan dua dewan juri. Dengan argumentasi yang kuat serta penguasaan materi yang matang, ia mampu meyakinkan juri hingga akhirnya berhasil meraih Juara 3 tingkat nasional.

Rafifah, yang juga Wakil Ketua Klub Fisika MAN Bandar Lampung  mengaku tidak menyangka dapat meraih juara dalam ajang tersebut. Ia menjelaskan bahwa ide penulisan esai berangkat dari pengalaman langsung di lingkungan tim fisika MAN 1 Bandar Lampung yang kemudian diperdalam melalui data lapangan.

“Esai ini saya susun dari pengalaman saya sebagai anggota aktif Tim Olimpiade Fisika MAN 1 Bandar Lampung, lalu saya kuatkan dengan wawancara bersama alumni. Dari data yang didapatkan, saya menemukan pola yang sama, dan pola tersebut teranalisis dalam sebuah karya ini.” ungkapnya.

Pembina olimpiade fisika sekaligus guru pendamping, Dardiri, M.Pd. mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, ini adalah hasil dari proses panjang, bukan hanya soal kemampuan akademik semata, tetapi bagaimana Rafifah mampu merangkai dengan baik pola yang terjadi di tim fisika MAN 1 bandar lampung. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing di tingkat nasional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Bandar Lampung, Dr. Lukman Hakim, S.Pd., M.M., turut memberikan apresiasi tinggi atas prestasi yang diraih.
“Kami sangat bangga atas pencapaian ini. Keberhasilan ananda Rafifah tidak hanya mengharumkan nama madrasah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus berani berpikir kritis, berproses, dan tidak takut menghadapi kesulitan. Inilah wujud nyata pendidikan yang membentuk karakter sekaligus prestasi,” tuturnya.

Prestasi ini semakin menegaskan komitmen MAN 1 Bandar Lampung dalam membina siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya juang dan resiliensi tinggi dalam menghadapi tantangan global. Dengan torehan ini, diharapkan semakin banyak generasi muda yang berani “tersesat” dalam proses belajar, demi menemukan pemahaman yang lebih dalam dan meraih kesuksesan yang sesungguhnya.