PEDOMAN PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang disusun berdasarkan fakta, data, dan hasil pemikiran yang disajikan secara sistematis sesuai dengan kaidah penulisan ilmiah. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir logis, kritis, dan objektif dalam mengkaji suatu permasalahan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi siswa untuk melatih keterampilan mencari, mengolah, dan menyajikan informasi secara bertanggung jawab. Dengan demikian, siswa tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga mengembangkan keterampilan akademik yang bermanfaat untuk jenjang pendidikan berikutnya. Selain sebagai syarat untuk mengikuti Ujian Madrasah pada kelas XII, penyusunan karya tulis ilmiah juga memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:
- Melatih siswa untuk terbiasa berpikir ilmiah, yaitu mengolah pikiran atau ide-idenya dan menuangkannya ke dalam bentuk tulisan yang terstruktur serta sesuai dengan kaidah ilmiah.
- Menumbuhkan budaya membaca berbagai sumber pengetahuan guna memperluas wawasan dan mendukung penyusunan karya tulis yang berkualitas.
Ketentuan Umum
Ketentuan yang perlu diperhatikan siswa dalam menulis karya ilmiah:
- Penelitian yang dilakukan siswa dapat berupa penelitian lapangan, studi pustaka, survei, wawancara, atau bentuk penelitian sederhana lainnya yang sesuai dengan topik yang dipilih.
- Siswa bebas memilih topik penelitian sesuai dengan minat, program/jurusan, serta kondisi lingkungan di sekitarnya.
- Selama proses penyusunan karya ilmiah, siswa dibimbing oleh seorang guru pembimbing.
Sistematika Penyajian Karya Ilmiah
A. BAGIAN PEMBUKA
1. Halaman Sampul
2. Halaman Judul
3. Halaman Pengesahan
4. Abstraksi
5. Riwayat Hidup
6. Moto
7. Kata Pengantar
8. Daftar Isi
9. Daftar Tabel, Gambar, Grafik
B. BAGIAN ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian dan Konsep Dasar
2.2 Teori yang Relevan
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.3 Subjek Penelitian
3.4 Metode Pengumpulan Data
3.5 Teknik Analisis Data
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.2 Pembahasan
BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
5.2 Saran
C. BAGIAN AKHIR
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Sistematika di atas merupakan sistematika yang lengkap dan runtut dalam penulisan KTI. Dalam KTI jenis huruf yang digunakan adalah Times New Roman, dengan ukuran 12. Kertas yang digunakan adalah ukuran A4 dengan margin sebagai berikut:
Top : 4cm
Left : 4cm
Right : 3 cm
Bottom : 3 cm
Ketentuan Umum
- Cover
• Semua jenis huruf adalah Times New Roman dengan ukuran huruf 12 dan semua
dicetak tebal.
• Judul ditulis dengan huruf kapital dengan jarak spasi 1.
• Jarak antara tulisan judul dan karya imliah 2 kali enter, penulisan karya ilmiah
dalam tanda kurung “()”
• Jarak antara tulisan karya ilmiah dan “Diajukan untuk………” adalah 2 kali enter.
• Ukuran logo MAN 1 Bandar Lampung adalah 5 X 7cm.
• Penulisan Oleh (bukan “disusun oleh”) dan identitas penulis berjarak 2 spasi.
• Penulisan nama siswa menggunakan huruf kapital pada awal kata saja.
• Penulisan nama instansi menggunakan huruf kapital semua dan berjarak 1 spasi
• Penulisan tahun berdasarkan tahun penyelesaian karya ilmiah tersebut. - Halaman Pengesahan
• Semua jenis huruf adalah Times New Roman berukuran 12.
• Judul pengesahan dicetak tebal.
• Jarak antara judul pengesahan dan identitas penulis 3 kali enter.
• Nama guru pembimbing dan kepala madrasah dicetak tebal tanpa garis bawah
(underline) atau tanda kurung.
• Penulisan NIP tanpa tanda titik (.) hanya memakai spasi. - Pada abstraksi, berisi gambaran dari isi keseluruhan karya tulis. Jangan lupa untuk
menuliskan judul, kata kunci, dan untuk jarak antarbaris (line spacing) adalah satu. - Pada kata pengantar, berisi ucapan syukur, judul, tujuan, ucapan terima kasih, harapan,
kritik dan saran, serta tempat, tanggal, bulan, tahun dibuatnya KTI tersebut. - Rumusan masalah adalah suatu permasalahan yang diangkat dan dibuat dalam rumusan
kalimat tanya. Rumusan masalah ini ada korelasinya pada Bab IV pembahasan. - Landasan teori karya ilmiah sering juga disebut sebagai studi literatur atau tinjauan
pustaka. Salah satu contoh karya tulis yang penting adalah tulisan itu berdasarkan riset.
Melalui penelitian atau kajian teori yang diperoleh dari simpulan-simpulan atau pendapat-
pendapat para ahli, kemudian dirumuskan pada pendapat baru. Penulis harus belajar dan melatih dirinya untuk mengatasi masalah-masalah yang sulit, bagaimana
mengekspresikan semua bahan dari bermacam-macam sumber menjadi suatu karya
tulis yang memiliki bobot ilmiah. Dalam landasan teori lebih ditekankan pada pencarian
definisi istilah-istilah menurut para ahli. - Jenis penelitian: berisi jenis penelitian kita, yaitu eksperimen atau noneksperimen.
Jenis penelitian, ada dua. Pertama, deskripsi kualitatif, yaitu data pembahasan dan hasil
penelitian berupa pendeskripsian dalam bentuk kata-kata. Kedua, deskripsi kuantitatif,
yaitu data pembahasan dan hasil penelitian berupa angka. - Pada metode pengumpulan data, bisa berupa interview, eksperimen, angket, dan
sebagainya, sedangkan teknik pengumpulan data adalah alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data. Contoh menyimak teknik pengumpulan data dengan alat perekam. - Simpulan dan saran. Pada bagian simpulan mengkonklusikan semua hasil
pembahasan, hal ini mengacu pada pertanyaan pada bagian rumusan masalah. Saran berisi tentang ajuran yang dapat diperuntukkan pada pembaca. - Daftar pustaka, aturan baku Pusat Kajian Bahasa Indonesia.
Nama. (Tahun pembuatan). Judul Buku. Kota terbit : Penerbit.
Contoh :
Sudaryanto, Ali. (1993). Metode dan Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian
Wahana kebudayaan secara Linguistik. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
- Lampiran berisi data temuan yang belum diolah.
- Penomoran Halaman
• Nomor halaman diketik tanpa tanda petik ataupun tanda hubung.
• Nomor halaman ditempatkan di samping kanan, satu spasi di atas sembir
(margin) atas dan berjarak 3 cm( l ,2 inci) dari pinggir kanan kertas.
• Pada halaman yang memuat judul utama (bab), nomor halaman tidak
dicantumkan tetapi dihitung.
• Semua halaman dinomori, kecuali halaman pertama yang kosong, halaman
judul, halaman muka, dan halaman pertama suatu bab.
• Halaman “Pendahuluan” sampai “Daftar Pustaka” dan lampiran diberi angka
Arab dimulai dengan angka 1. - Spasi
• Secara umum, keseluruhan tulisan harus berspasi ganda
• Spasi tunggal digunakan untuk judul, judul bab, judul subbab, kutipan, tabel,
judul tabel, judul gambar, entri bibliografi, dan naskah pada abstrak makalah
ilmiah.
• Spasi tripel digunakan untuk antartabel, antargambar, antara tabel dan naskah,
dan antara gambar dan naskah.
• Spasi empat digunakan
a. Antara nama penulis dan baris pertama naskah pada halaman abstrak.
b. Antara “Daftar Tabel” dan baris pertama judul tabel pada halaman daftar
tabel.
c. Antara “Daftar Gambar” dan baris pertama judul gambar pada halaman
daftar gambar
d. Antara judul bab dan subbab atau baris pertama naskah. - Jarak (jumlah ketukan antarkata) dalam tulisan
• Jarak satu ketukan digunakan antarkata dan setelah semua tanda baca kecuali
setelah titik pada akhir kalimat, titik dua, titik koma, tanda tanya, dan tanda
seru.
• Jarak satu ketukan digunakan sesudah titik untuk singkatan gelar dan nama.
• Jarak dua ketukan digunakan setelah tanda baca titik pada akhir kalimat, titik
dua, titik koma, tanda tanya, dan tanda seru.
Demikian pedoman penyusunan karya ilmiah ini disusun sebagai acuan bagi siswa dalam melaksanakan dan menyelesaikan karya tulis ilmiah. Diharapkan pedoman ini dapat membantu siswa memahami tata cara penulisan karya ilmiah yang baik dan benar sesuai dengan kaidah ilmiah yang berlaku. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan sistematis serta menumbuhkan sikap ilmiah yang bermanfaat bagi pendidikan maupun kehidupan sehari-hari. Kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan demi penyempurnaan pedoman ini pada masa yang akan datang.
