Muhammad Yusuf Kamran, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6) Muhammad Yusuf Kamran adalah sosok sederhana yang ditempa oleh perjalanan hidup panjang, penuh perpindahan, kerja keras, dan keteguhan iman. Ia lahir di […]
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)
Muhammad Yusuf Kamran adalah sosok sederhana yang ditempa oleh perjalanan hidup panjang, penuh perpindahan, kerja keras, dan keteguhan iman. Ia lahir di Palembang pada 4 November 1970. Putra dari Mahmud dan Densuhaimi, dalam keluarga yang menanamkan nilai kejujuran, ketekunan, dan tanggung jawab sejak usia dini.
Masa kecil Muhammad Yusuf Kamran diwarnai dengan dinamika perpindahan tempat tinggal. Ia menghabiskan usia 0–6 tahun di Palembang, lalu pindah ke Lahat hingga usia 8 tahun, kemudian ke Baturaja sampai usia 10 tahun, dan selanjutnya ke Bogor. Perjalanan ini membentuk jiwanya menjadi pribadi yang tangguh, mudah beradaptasi, dan tidak takut menghadapi perubahan.
Dalam Al-Qur’an, Allah mengingatkan, “Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberi petunjuk.” (QS. Ad-Duha: 7). Ayat ini seakan menggambarkan perjalanan hidupnya—bergerak dari satu tempat ke tempat lain, namun selalu dalam penjagaan dan petunjuk Allah SWT.
Pendidikan
Pendidikan formalnya ditempuh di SD Negeri 11 Baturaja, yang diselesaikannya pada tahun 1981. Meski jenjang pendidikan formal terbatas, semangat belajar dan bekerja keras menjadi sekolah kehidupan yang sesungguhnya baginya. Ilmu yang ia kumpulkan bukan hanya dari bangku sekolah, tetapi dari pengalaman, keterampilan, dan kejujuran dalam bekerja.
“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.”
(HR. Muslim)
Merantau dan Dunia Kerja
Pada tahun 1984, Muhammad Yusuf Kamran memutuskan merantau ke Bandar Lampung, sebuah langkah besar bagi seorang remaja. Di sana, ia bekerja di retribusi Pasar Bawah Tanjung Karang hingga tahun 1991, dan menetap di kawasan Pasar Tugu. Kehidupan pasar yang keras mengajarkannya arti kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam mencari nafkah halal. Prinsip mencari rezeki yang halal selalu menjadi pegangan hidupnya.
“Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik.”
(QS. Al-Baqarah: 168).
Kehidupan Keluarga
Pada tahun 1987, ia menikah dengan Sumiati, pasangan hidup yang setia mendampinginya dalam suka dan duka. Dari pernikahan ini, Allah menganugerahkan 11 orang anak, meskipun satu di antaranya telah dipanggil kembali oleh Allah SWT. Kehilangan tersebut menjadi ujian besar yang dihadapi dengan kesabaran dan keimanan.
“Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.”
(QS. Al-Baqarah: 156)
Selama berkeluarga, mereka menempuh perjalanan hidup dengan berpindah tempat tinggal: dari Pasar Tugu, Sumur Putri, Kedaton, Kemiling, hingga akhirnya menetap di Fajar Baru setelah mengambil kaplingan—sebuah simbol perjuangan dan kestabilan hidup yang diraih dengan usaha panjang.
Usaha dan Pengabdian
Tahun 1992 menjadi titik penting ketika Muhammad Yusuf Kamran membuka usaha servis elektronik, termasuk servis panggilan, yang terus dijalaninya hingga sekarang. Keahliannya membuatnya pernah dipercaya memperbaiki sound system di kapal feri Bakauheni, sebuah pengalaman yang membanggakan dan menambah jam terbang profesionalnya. Dedikasi dan profesionalisme itulah yang menjadi ciri khasnya.
“Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia menyempurnakannya.”
(HR. Thabrani)
Mengabdi di Dunia Pendidikan
Pada tahun 2004, ia dipercaya menjabat sebagai teknisi di MAN 1 Bandar Lampung hingga tahun 2016. Selain itu, sejak 2006 hingga sekarang, ia juga mengemban amanah sebagai petugas keamanan di institusi yang sama. Peran gandanya menunjukkan loyalitas, tanggung jawab, dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
(HR. Ahmad)
Hobi dan Kehidupan Pribadi
Di sela kesibukan, Yusuf menikmati hobi menyanyi dan memancing—dua kegiatan yang menjadi sarana melepas penat dan mensyukuri nikmat Allah atas alam dan kehidupan.
Penutup
Kehidupan Muhammad Yusuf Kamran adalah cermin dari perjuangan seorang lelaki sederhana yang setia pada kerja keras, keluarga, dan pengabdian. Ia bukan hanya bekerja untuk hidup, tetapi menjalani hidup dengan nilai, kesabaran, dan keimanan.
“Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.”
(QS. At-Talaq: 2–3)











