Agustaman Hamdan, SE.,M.A.B Kepala Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung

Pelantikan sebagai Ka TU MAN 1 Bandar Lampung
Pelantikan sebagai
Ka TU MAN 1 Bandar Lampung

Saya, Agustaman Hamdan,SE.,M.A.B, lahir di Tanjung Karang pada 26 Agustus 1973. Sejak kecil, saya percaya bahwa pendidikan dan kerja keras adalah bekal penting untuk menjalani kehidupan. Saya tumbuh dan besar di Bandar Lampung, menempuh pendidikan mulai dari TK PTP 10 Kedaton, kemudian SDN 5 Kedaton, SMPN 2 Tanjung Karang, hingga SMA Utama 2 Bandar Lampung. Setelah itu, saya melanjutkan pendidikan Strata 1 di Universitas Bandar Lampung dan meneruskan Strata 2 di STIALAN Jakarta.

Perjalanan pengabdian saya di lingkungan Kementerian Agama dimulai pada tahun 2004, saat saya diangkat sebagai CPNS di Kanwil Departemen Agama. Tahun berikutnya, saya mendapat amanah bertugas di Sub Bagian Tata Usaha Kantor Departemen Agama Kota Bandar Lampung sebagai staf perencanaan sekaligus koordinator keuangan. Dari sanalah saya belajar bahwa ketelitian, tanggung jawab, dan kejujuran adalah pondasi utama dalam bekerja.

Pada tahun 2007, saya mendapat kesempatan melaksanakan tugas belajar S2 di Jakarta. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga yang semakin membuka wawasan saya dalam dunia administrasi dan pelayanan pendidikan. Setelah menyelesaikan pendidikan, saya dipercaya menjadi

Ka TU MAN 1 Bandar Lampung
Ka TU MAN 1 Bandar Lampung

Kepala Urusan Tata Usaha di MTsN 1 Tanjung Karang pada tahun 2011. Kemudian pada tahun 2016 saya berpindah tugas ke MTsN 2 Bandar Lampung. Pada tahun 2021, saya diamanahi sebagai Kepala Urusan

 Tata Usaha di MAN 2 Bandar Lampung. Hingga akhirnya pada tahun 2026, saya kembali mendapat amanah sebagai Kepala Urusan Tata Usaha di MAN 1 Bandar Lampung.

Bagi saya, jabatan bukanlah sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya selalu meyakini bahwa ilmu adalah jalan menuju kemuliaan, sebagaimana pesan Ki Hajar Dewantara dan Imam Syafi’i yang menjadi pegangan hidup saya. Selain itu, saya juga percaya bahwa kepercayaan tidak bisa diminta ataupun dibeli, melainkan dibangun perlahan melalui tindakan yang konsisten dan penuh integritas.

Momen bersama keluarga.
Momen bersama keluarga.

Dalam kehidupan pribadi, saya bersyukur didampingi istri tercinta, Siti Samratul Jannah, ST, serta kedua putri saya, Mutia Nur Annisa dan Citra Lufiana Jaya. Keluarga bagi saya adalah sumber kekuatan, tempat pulang, sekaligus alasan untuk terus memberikan yang terbaik dalam setiap langkah pengabdian.

Saya meyakini satu hal sederhana: ilmu tanpa adab hanya akan kehilangan makna. Sebagaimana pesan Buya Hamka, “Dengan Adab, Ilmu akan bermanfaat. Tanpa adab, ilmu hanya akan menjadi racun.” Karena itu, saya selalu berusaha menjalani kehidupan dengan menjaga adab, kejujuran, dan rasa tanggung jawab, baik dalam pekerjaan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kepercayaan tidak bisa diminta atau dibeli. Kepercayaan adalah sesuatu yang harus di peroleh dan dibangun dari waktu ke waktu melalui tindakan.

Colin Powell

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *