Home Profil Staf Tata Usaha Erwin, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung
Profil Staf Tata Usaha

Erwin, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung

Erwin adalah sosok yang tumbuh dari kesederhanaan, ditempa oleh kerasnya perjuangan hidup, dan dikuatkan oleh keyakinan kepada Allah SWT. Ia dilahirkan di Bandar Lampung pada 5 Mei 1989, dari pasangan […]

Erwin adalah sosok yang tumbuh dari kesederhanaan, ditempa oleh kerasnya perjuangan hidup, dan dikuatkan oleh keyakinan kepada Allah SWT. Ia dilahirkan di Bandar Lampung pada 5 Mei 1989, dari pasangan ayahanda M. Fauzi dan ibunda Siti Sariyah. Sejak kecil, ia dididik dalam keluarga yang menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, dan keikhlasan sebagai pondasi utama dalam menjalani kehidupan.

Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.” (QS. Al-Hasyr: 18). Ayat ini menjadi cermin perjalanan hidup Erwin, bahwa setiap langkah hari ini adalah bekal untuk masa depan, baik di dunia maupun di akhirat.

Masa Kecil dan Pendidikan: Belajar Hidup Sejak Dini

Foto bersama kakak kakakku
Foto bersama kakak kakakku.

Pendidikan dasar Erwin dimulai di SD Negeri 1 Kampung Baru, ia menyelesaikannya pada tahun 2002. Sejak usia belia, Erwin sudah akrab dengan dunia kerja. Di sela-sela waktu sekolah, ia membantu perekonomian keluarga dengan berjualan pempek dan koran. Aktivitas sederhana tersebut membentuk mental tangguh, rasa tanggung jawab, serta pemahaman bahwa rezeki harus diperjuangkan dengan cara yang halal.

Perjalanan pendidikannya berlanjut di SMP Muhammadiyah 3 Bandar Lampung, lulus pada tahun 2005. Pada masa ini, Erwin tetap konsisten bekerja dan berdagang, meski harus membagi waktu antara belajar dan mencari nafkah. Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melangkah, justru menjadi bahan bakar untuk bangkit dan berusaha lebih keras.

Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil kerja tangannya sendiri.” (HR. Bukhari). Hadits ini seolah hidup dalam keseharian Erwin, yang sejak muda memilih jalan ikhtiar sebagai wujud ibadah.

Pendidikan menengah atas ditempuh di SMA Muhammadiyah 2 Bandar Lampung, lulus pada tahun 2008. Pada fase ini, selain menuntut ilmu, ia mulai merintis UMKM, belajar mandiri tentang dunia usaha, pelayanan, dan manajemen sederhana. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga wadah untuk membangun karakter dan kemandirian.

Meniti Karir: Mengumpulkan Hikmah dari Setiap Pekerjaan

Setelah lulus SMA, Erwin menjalani berbagai pekerjaan sebagai bagian dari proses pembelajaran hidup. Ia pernah bekerja menjaga usaha PlayStation (PS) di Bandar Lampung selama satu tahun. Dari pekerjaan ini, ia belajar melayani pelanggan dengan sabar serta mengelola kepercayaan.

Selanjutnya, Erwin merantau ke Bandung dan bekerja sebagai sales kopi selama kurang lebih satu setengah tahun. Pengalaman merantau membuka wawasannya tentang arti kemandirian, keteguhan hati, dan kemampuan bertahan di lingkungan yang baru. Ia menyadari bahwa setiap tempat membawa pelajaran dan setiap pertemuan adalah sarana pembelajaran.

Setelah kembali ke Lampung, Erwin bekerja sebagai staf di Hypermart selama satu tahun. Dunia kerja formal ini mengajarkannya kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya kerja tim dan profesionalisme.

Allah SWT berfirman, “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.”
(QS. An-Najm: 39). Ayat ini menjadi penguat bahwa tidak ada hasil tanpa usaha, dan tidak ada keberkahan tanpa kesungguhan.

Pengabdian di Dunia Pendidikan

Foto bersama teman seperjuangan
Foto bersama teman seperjuangan.

Tahun 2011 menjadi titik penting dalam perjalanan hidup Erwin. Ia dipercaya untuk mengabdikan diri sebagai Tenaga Kependidikan (Tendik) di MAN 1 Bandar Lampung. Pekerjaan ini ia jalani dengan penuh amanah, keikhlasan, dan rasa tanggung jawab, karena ia menyadari bahwa bekerja di lingkungan pendidikan berarti ikut serta membentuk masa depan generasi penerus bangsa.

Selama bertahun-tahun mengabdi, Erwin tetap menjaga komitmen, kesabaran, dan doa yang tidak pernah putus. Hingga akhirnya, atas izin dan rahmat Allah SWT, pada tahun 2025 ia resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dengan jabatan Pengadministrasi Perkantoran. Amanah ini bukan sekadar capaian karier, melainkan bukti bahwa kesungguhan dan keistiqamahan selalu berbuah kebaikan.

“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.”
(QS. Al-Insyirah: 6)

Hobi dan Keseimbangan Hidup

Di tengah kesibukan bekerja, Erwin menyeimbangkan hidupnya dengan berbagai hobi, seperti memancing (fishing), berolahraga, dan memelihara ikan hias. Aktivitas ini menjadi sarana refleksi, melatih kesabaran, serta menjaga kesehatan jasmani dan rohani. Baginya, ketenangan hati adalah nikmat yang harus disyukuri.

Nilai Kehidupan dan Refleksi

Perjalanan hidup Erwin adalah potret nyata bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. Dengan niat yang lurus, kerja keras, kesabaran, dan tawakal kepada Allah SWT, setiap tantangan dapat dilalui. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin; semua urusannya baik baginya.” (HR. Muslim)

Motto Hidup Islami

Bekerja dengan niat ibadah, berusaha dengan penuh kesabaran, dan menyerahkan hasil sepenuhnya kepada Allah SWT.

Foto di bali
Foto di bali.

Previously

Agus Wahono, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung

T U MAN 1 BL
Author

T U MAN 1 BL

MDC

MDC