Home Tidak Berkategori Paikan, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung
Tidak Berkategori

Paikan, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung

Terlahir dengan nama Paikan,  dilahirkan di Sukarame pada tanggal 25 Juni 1970, dari pasangan orang tua sederhana namun penuh keteladanan, ayah Kemirin dan ibu Kemijem. Terlahir sebagai anak kelima dari […]

Terlahir dengan nama Paikan,  dilahirkan di Sukarame pada tanggal 25 Juni 1970, dari pasangan orang tua sederhana namun penuh keteladanan, ayah Kemirin dan ibu Kemijem. Terlahir sebagai anak kelima dari delapan bersaudara, Paikan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, kerja keras, dan kesederhanaan. Nilai-nilai itulah yang kelak menempa jiwanya menjadi pribadi yang tangguh, sabar, dan istiqamah dalam menjalani kehidupan.

Sejak kecil hingga kini, Sukarame tetap menjadi tempat berpijak dan bernaung, bukan sekadar alamat tinggal, tetapi juga saksi perjalanan hidup, perjuangan, dan pengabdian. Dalam kehidupan rumah tangga, beliau telah menikah dan dianugerahi seorang putra, amanah mulia yang menjadi sumber semangat dan doa dalam setiap langkah hidupnya.

Allah SWT berfirman, “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 46)

Dalam keseharian, Paikan dikenal sebagai pribadi yang mencintai ketenangan dan keindahan ciptaan Allah. Hobi merawat bonsai dan burung kicau menjadi sarana tafakur, melatih kesabaran, ketelatenan, serta mengingatkan bahwa segala yang tumbuh dan hidup memerlukan perhatian, waktu, dan kasih sayang—sebagaimana manusia dalam menjalani takdirnya.

Riwayat Pendidikan: Menimba Ilmu di Tengah Peluh dan Doa

Pendidikan dasar ditempuh di SDN 1 Sabah Balau, lulus pada tahun 1985. Masa ini dilalui dengan penuh perjuangan; di sela-sela belajar, beliau mengangon kambing dan bertani, membantu orang tua demi menopang kehidupan keluarga. Kebiasaan bekerja sejak dini inilah yang menanamkan etos kerja kuat dan rasa tanggung jawab yang mendalam.

Jenjang pendidikan berlanjut di MTsN 2 Tanjung Karang, lulus pada tahun 1988. Aktivitas belajar tetap berjalan seiring dengan bertani dan menggembala kambing di Desa Sukarame, menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi tak pernah memadamkan semangat menuntut ilmu.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Sesungguhnya Allah mencintai seorang hamba yang apabila bekerja, ia menyempurnakan pekerjaannya.” (HR. Thabrani).

Riwayat Pekerjaan: Dari Buruh Hingga Pengabdian Pendidikan

Selepas menamatkan pendidikan, Paikan menjalani kehidupan sebagai buruh harian lepas dan petani hingga sekitar tahun 1991. Pekerjaan tersebut dijalani dengan penuh keikhlasan, menjadikan keringat sebagai saksi ikhtiar dan doa sebagai sandaran harapan.

Pada tahun 1991 hingga 1998, beliau bekerja di UIN Raden Intan Lampung sebagai pramuniaga, membuka lembaran baru dalam dunia kerja formal dan pelayanan. Dari sinilah tumbuh kecintaan pada dunia pendidikan dan pengabdian.

Tahun 1999 hingga 2003, beliau melanjutkan pengabdian sebagai tenaga kependidikan (Tendik) di MAN 1 Bandar Lampung. Setelah sempat terhenti, pada tahun 2008 beliau kembali mengabdi sebagai tenaga kependidikan di MAN 1 Bandar Lampung dengan penuh kesabaran dan loyalitas.

Perjalanan panjang ini akhirnya berbuah manis. Dengan izin Allah SWT, pada tahun 2025, Paikan resmi diangkat sebagai PPPK. Sebuah capaian yang bukan datang seketika, melainkan hasil dari puluhan tahun kesabaran, keikhlasan, dan doa yang tak pernah putus.

Allah SWT menegaskan, “Dan barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar, dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. At-Talaq: 2–3).

Penutup: Jejak Hidup yang Mengajarkan Makna

Kisah hidup Paikan adalah gambaran nyata bahwa ketekunan mengalahkan keterbatasan, dan kesabaran selalu menemukan jalannya. Dari ladang dan kandang kambing, hingga lorong-lorong dunia pendidikan, semuanya dijalani dengan niat ibadah dan pengabdian.

Sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ, “Tidaklah seorang muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesedihan, kesusahan, maupun kegundahan, bahkan duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapus dosa-dosanya karenanya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Semoga perjalanan hidup ini menjadi inspirasi, bahwa selama langkah disertai iman, kerja keras, dan tawakal, Allah tidak pernah menyia-nyiakan hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Previously

Ovia Zahrinna Faslindo, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung

Next

Rudi Hartono, Staf Tata Usaha MAN 1 Bandar Lampung

T U MAN 1 BL
Author

T U MAN 1 BL

MDC

MDC